BATULICIN – Petani jagung di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, kembali mencatatkan hasil produksi yang menggembirakan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Tanah Bumbu mengungkapkan produksi jagung pada 2025 berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Tanah Bumbu, Robby Chandra, mengatakan target produksi jagung pada 2025 ditetapkan sebesar 4.514 ton. Namun hingga akhir tahun, realisasi produksi mencapai 7.732 ton dengan luas lahan tanam sekitar 1.260 hektare.
“Target produksi jagung pada periode 2025 sebanyak 4.514 ton. Alhamdulillah realisasinya mencapai 7.732 ton dengan luas lahan kurang lebih 1.260 hektare,” kata Robby Chandra di Batulicin, Rabu.
Memasuki 2026, DKPP menargetkan produksi jagung sebanyak 2.471 ton. Hingga semester pertama, realisasi produksi telah mencapai 1.362 ton atau lebih dari separuh target tahunan.
Robby optimistis capaian produksi tahun ini kembali melampaui target. Menurutnya, masih terdapat peluang peningkatan produksi pada semester kedua melalui optimalisasi produktivitas lahan dan perluasan areal tanam.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan lahan tidur yang masih tersedia di sejumlah wilayah. Di Desa Jombang, Kecamatan Satui, misalnya, terdapat sekitar 24 hektare lahan yang berpotensi dikembangkan menjadi areal tanam jagung.
“Potensi lahan tersebut akan terus didorong agar mampu meningkatkan produksi jagung di Kabupaten Tanah Bumbu,” ujarnya.
Selain perluasan lahan, peningkatan produksi juga didukung penggunaan benih jagung unggul seperti NK 212, Maxi, dan BISI, serta penerapan metode tanam sistem tugal yang dinilai lebih efektif dan efisien untuk budidaya jagung di lahan kering.
DKPP juga terus memberikan pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Keberhasilan produksi jagung ini melengkapi capaian sektor tanaman pangan di Kabupaten Tanah Bumbu. Sebelumnya, petani di daerah berjuluk Bumi Bersujud juga mencatat produksi padi mencapai 58.749 ton gabah kering giling (GKG) per tahun, menunjukkan sektor pertanian tetap menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

