14 Apr 2026, Sel

Arah Pembangunan 2027 Ditajamkan, Pemkab Kotabaru Prioritaskan Investasi dan Infrastruktur

Telisikindonesia.com – Kotabaru, Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Senin (30/3/2026), di ruang rapat Pemda lantai 3. Mengangkat tema penguatan investasi dan perekonomian melalui pembangunan infrastruktur serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, forum ini dihadiri Wakil Bupati Kotabaru, jajaran Forkopimda, DPRD, perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kepala SKPD, camat, hingga unsur masyarakat dan pelaku usaha.

Ketua DPRD Kotabaru, Hj. Suwanti, menegaskan bahwa Musrenbang menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Ia menyebutkan, pihak DPRD telah menghimpun sebanyak 2.831 usulan pokok pikiran dari berbagai sektor prioritas. “Usulan tersebut meliputi bidang ekonomi, pembangunan manusia, serta infrastruktur dan kewilayahan yang diharapkan mampu mendorong program yang tepat sasaran,” ujarnya.

Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli, S.Sos yang diwakili Wakil Bupati Syairi Mukhlis, S.Sos saat membuka kegiatan menekankan pentingnya Musrenbang sebagai pijakan dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan. Ia menyoroti peran investasi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kemudahan perizinan, kepastian hukum, serta jaminan keamanan menjadi faktor kunci dalam menarik minat investor ke daerah. “Kita harus menciptakan iklim investasi yang kondusif agar mampu membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Selain daripada investasi, persoalan infrastruktur, khususnya kondisi jalan, turut menjadi perhatian. Dengan panjang jalan kabupaten yang mencapai sekitar 1.200 kilometer, diperlukan skala prioritas pembangunan yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Adapun peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus, terutama dalam penanganan stunting yang saat ini masih berada di angka sekitar 23,2 persen. Wakil Bupati menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka tersebut. “Penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu oleh seluruh perangkat daerah,” tegasnya.

Dalam Musrenbang tersebut, sejumlah narasumber turut memaparkan berbagai materi, di antaranya dari Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, DPMPTSP Provinsi Kalimantan Selatan, Bapperida Kotabaru, Badan Pendapatan Daerah, serta Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kotabaru.

Paparan yang disampaikan mencakup arah kebijakan pembangunan, strategi penguatan investasi dan iklim usaha, optimalisasi pendapatan daerah, hingga pengembangan tenaga kerja serta perluasan kesempatan kerja.

Kegiatan ini diikuti sekitar 170 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari unsur DPRD, perangkat daerah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga perwakilan perempuan dan pemuda.

Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah daerah juga menyerahkan penghargaan kepada kecamatan terbaik dalam pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Tahun 2026. Kecamatan Pulau Laut Barat berhasil meraih peringkat pertama, disusul Kecamatan Kelumpang Tengah dan Kecamatan Sampanahan.

Melalui forum ini, diharapkan arah kebijakan pembangunan Kotabaru ke depan semakin terukur, realistis, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus mempercepat laju pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *