2 Mar 2026, Sen

Pemkab Kotabaru Mantapkan Strategi Percepatan Penurunan Stunting, Targetkan Angka Prevalensi Turun di Bawah 20 Persen

Telisikindonesia.com – Kotabaru, Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus memperkuat komitmennya dalam menurunkan angka stunting melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar di Hotel Grand Surya, lantai 4, Kamis (6/11/2025).

Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi antarinstansi untuk menyatukan langkah dan strategi dalam mengatasi persoalan stunting di daerah.

Mewakili Ketua Pelaksana TPPS Kotabaru Syairi Mukhlis, S.Sos., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. H. Minggu Basuki, M.AP., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menurunkan angka prevalensi stunting di Bumi Saijaan. “Diperlukan komitmen yang kuat antar seluruh pihak untuk melakukan sinergi dan kolaborasi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan, rakor ini juga menjadi langkah persiapan untuk pelaksanaan program tahun depan agar berjalan lebih fokus dan tepat waktu. “Tahun depan kami berharap kegiatan penanganan stunting bisa lebih terarah. Pastikan setiap pedoman yang sudah diberikan dapat dilaksanakan dengan baik, jangan sampai molor,” tegasnya.

Menurutnya, rapat koordinasi ini rutin dilaksanakan sesuai tahapan yang telah dijadwalkan. Kali ini, fokus pembahasan diarahkan pada persiapan pelaksanaan kegiatan tahun 2026 dengan melibatkan penyuluh KB, petugas gizi, serta para camat se-Kabupaten Kotabaru.

Dalam paparannya, beliau juga menyampaikan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Kotabaru mengalami kenaikan dari 20,1 persen pada tahun 2024 menjadi 23,2 persen di tahun 2025. Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh agar target penurunan di tahun mendatang dapat tercapai. “Kemarin Pak Wakil Bupati selaku Ketua TPPS Kotabaru menyampaikan, agar kita lakukan evaluasi terhadap kegiatan yang belum optimal. Dengan begitu, di tahun 2026 angka stunting di Kotabaru bisa turun kembali di bawah 20 persen,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, M. Ardani, S.Sos., M.I.P., mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kabupaten Kotabaru dalam mengatasi stunting secara terpadu. “Pemerintah Kabupaten Kotabaru sudah bekerja keras menurunkan angka stunting. Banyak program yang dilaksanakan bukan hanya dari Dinas KB, tapi juga Dinas Kesehatan dan Bapperida. Jadi, lintas sektor ini benar-benar bergerak bersama, dan patut diapresiasi karena kita melihat bukan hanya hasil, tapi juga prosesnya,” ungkap Ardani.

Rapat koordinasi ini juga diisi dengan sejumlah paparan dari berbagai instansi, antara lain:

  1. Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel membahas Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas dalam percepatan penurunan stunting;
  2. Dinas Kesehatan memaparkan strategi peningkatan kinerja petugas gizi;
  3. Bapperida membahas tindak lanjut dan monitoring evaluasi penginputan aksi konvergensi di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa;
  4. DPPPAPPKB menguraikan tentang penguatan konvergensi lintas sektor melalui pendampingan keluarga berisiko stunting.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, kepala SKPD, kepala Dinas PPPAPPKB, Inspektur Kotabaru, TPPS, camat, petugas gizi puskesmas, serta koordinator penyuluh KB se-Kabupaten Kotabaru.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Kotabaru menegaskan kesiapannya memperkuat sinergi lintas sektor untuk menurunkan angka stunting secara signifikan, dengan target penurunan di bawah 20 persen pada tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *