Telisikindonesia.com – Banjarbaru, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Strategi Fiskal Daerah dalam menyikapi penurunan dana transfer tahun 2026. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin di Auditorium Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (2/10/2025).
FGD ini membahas langkah-langkah menghadapi keterbatasan anggaran agar dapat menjadi momentum memperkuat tata kelola fiskal yang transparan, akuntabel, dan berorientasi hasil.
Dalam arahannya, Gubernur Kalsel H. Muhidin menekankan pentingnya pengendalian belanja daerah. “Saya mengapresiasi kehadiran para kepala daerah, wakil bupati, sekda, serta kepala SKPD dalam forum ini. Saya mengimbau agar daerah dapat mengurangi kegiatan yang tidak prioritas, seperti perjalanan dinas dan hibah, serta lebih fokus pada program strategis dan pembangunan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah berhati-hati dalam melaksanakan program multiyears dengan memperhatikan regulasi yang berlaku. Muhidin menyinggung surat Kementerian Keuangan Nomor S-62/PK/2025 yang menyampaikan adanya perubahan signifikan pada alokasi dana transfer daerah.
Jika sebelumnya pendapatan daerah Kalsel 2026 diproyeksikan Rp9,42 triliun, kini setelah penyesuaian hanya Rp7,42 triliun. Untuk Kabupaten Kotabaru, dana transfer dipangkas dari Rp2,4 triliun menjadi Rp1,7 triliun atau turun 28,41 persen.
“Penurunan ini tentu menuntut strategi fiskal yang cermat, agar pembangunan tetap berjalan dan pelayanan publik tidak terganggu,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kotabaru, H. Eka Sapruddin, AP., yang hadir mewakili Bupati, menyampaikan bahwa Pemkab akan menyesuaikan kebijakan fiskal dengan kondisi tersebut. “Dari FGD ini kita tangkap ada dua langkah, yaitu mengurangi belanja dan berupaya meningkatkan pendapatan. Belanja akan kita sesuaikan dengan pendapatan yang ada, tetapi sektor strategis tetap kita pertahankan,” jelasnya.
Eka juga menambahkan, Pemkab Kotabaru bersama pemerintah provinsi akan menyuarakan aspirasi kepada pemerintah pusat agar pemangkasan tidak kembali terjadi di tahun mendatang.

