Telisikindonesia.com – Banjarbaru, Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 di Kalimantan Selatan berubah menjadi gelombang aksi keras dari masyarakat. Ribuan aktivis dari berbagai LSM memenuhi halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Rabu (9/12/25), menuntut penanganan tegas terhadap dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat daerah.
Aksi yang berlangsung sejak pagi itu diwarnai teriakan lantang, spanduk bernada kecaman, dan orasi berbagai tokoh LSM yang menyerukan percepatan penegakan hukum. Suasana memanas ketika para demonstran menuntut agar kasus-kasus korupsi yang dinilai lambat ditangani tidak lagi “dibiarkan tidur.”
Ketua LSM SAKUTU Kalsel, Aliansyah, tampil sebagai orator utama. Dalam orasinya, ia melontarkan kritik tajam kepada Kejati Kalsel, Polda Kalsel, hingga Mabes Polri. “Rakyat sudah terlalu sering dibohongi! Jangan jadikan kasus korupsi sebagai tontonan berseri tanpa akhir. Kalau berani, buktikan!” tegasnya, disambut sorakan massa.
Salah satu tuntutan paling menonjol yang disuarakan para peserta aksi ialah percepatan proses hukum dugaan korupsi yang menyeret nama Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS). Aliansyah menegaskan bahwa masyarakat ingin kepastian hukum, bukan drama berkepanjangan. “Kalau memang ada bukti keterlibatan, tetapkan tersangka. Jangan ada yang kebal hukum di negeri ini!” ujarnya lantang.
Ia juga menyindir dugaan penyimpangan anggaran daerah yang disimpan dalam bentuk deposito sehingga menghambat pembangunan. “Jangan lagi uang rakyat diperlakukan seperti tabungan pribadi! Rakyat butuh jalan, butuh layanan, bukan pejabat yang sibuk menimbun uang!” katanya kembali menggugah perhatian publik.
Melalui aksi tersebut, para demonstran mendesak semua lembaga penegak hukum seperti Kejati, Polda, KPK, Jaksa Agung hingga Mabes Polri agar tidak saling lempar kewenangan dalam menangani kasus korupsi. Seorang peserta aksi turut menyuarakan: “Kalau ada kasus, buka! Kalau ada bukti, proses! Jangan tunggu rakyat turun lagi dengan jumlah lebih besar.”
Aksi ini juga dihadiri deretan tokoh LSM vokal lainnya, seperti H. Akhmad Husaini (Ketua KAKI Kalsel), H. Dinjaya (Ketua FORPEBAN Kalsel), H. Bahrudin atau Udin Palui (Ketua BABAK Kalsel), Roly Irawan (Ketua Pemuda Islam Kalsel), Anang Tungku (Panglima Gunung Sabatung), serta perwakilan LSM dari Kotabaru dan berbagai daerah lain.
Para aktivis menegaskan bahwa aksi HAKORDIA 2025 ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen untuk terus mengawal seluruh dugaan korupsi hingga ditangani secara terbuka dan tuntas oleh aparat penegak hukum.

