2 Mar 2026, Sen

Apresiasi Kepala Kemenag Kotabaru untuk Radio Gema Saijaan: Media Dakwah yang Menjangkau Hingga Pelosok Desa

Telisikindonesia.com – Kotabaru, Program ceramah keagamaan hasil kolaborasi antara Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotabaru dan LPPL Radio Gema Saijaan kembali disiarkan pada Senin (24/11/2025). Pada sesi kelima di bulan November ini, siaran yang dipandu penyiar senior H. Kisra Syarwansyah menghadirkan Kepala Kemenag Kotabaru sekaligus Ketua PC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kotabaru, Dr. H. Ahmad Kamal, S.HI., M.Ag sebagai penceramah utama.

Dengan tema “Mengaji Rukun” dan judul ceramah Arti Moderasi dalam Hidup Sehari-hari, siaran berlangsung melalui frekuensi 102 FM dan kanal YouTube resmi LPPL Radio Gema Saijaan. Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Rahmad Al-Hafid, S.Pd.I, yang membacakan Surah Al-Mumtahanah ayat 8–9.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ahmad Kamal menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Bupati dan Wakil Bupati, Diskominfo, serta semua pihak yang telah mendukung keberlangsungan siaran keagamaan ini. “Program seperti ini menjadi sarana bagi kami untuk menyampaikan informasi, siraman rohani, dan pesan-pesan agama kepada masyarakat luas. Kerja sama ini sangat kami syukuri, karena jangkauannya dapat sampai ke pelosok desa dan kecamatan,” ujarnya.

Ia juga mengutarakan harapan agar media penyiaran daerah terus diperkuat, baik dari sisi fasilitas maupun sarana pendukungnya. “Radio ini menjadi penyambung lidah masyarakat. Alhamdulillah, apalagi di musim haji, informasi yang datang dari Mekah bisa sampai ke warga Kotabaru. Semoga terus eksis, sukses, dan didukung peningkatan sarana prasarana,” tambahnya.

Meskipun teknologi digital terus berkembang, H. Kamal menegaskan bahwa radio tetap memiliki peran strategis sebagai media dakwah dan edukasi. “Saya sejak kecil sudah familiar dengan Radio Gema Saijaan. Sekarang ada YouTube, jadi akses informasinya semakin mudah. Semoga tetap eksis dan terus berkembang,” tuturnya.

Selain itu, Kepala Kemenag juga menekankan pentingnya pembinaan tilawatil Qur’an secara berkelanjutan di Kotabaru. Menurutnya, pembinaan tidak seharusnya dilakukan hanya menjelang pelaksanaan MTQ, tetapi harus terus berjalan. “Kita ingin pembinaan berlangsung terus-menerus. Harapannya lahir generasi Qurani yang siap berkompetisi, siap bermusabaqah, dan mampu mengharumkan nama daerah,” jelasnya.

Dalam ceramahnya, Dr. Ahmad Kamal memaparkan bahwa moderasi beragama merupakan program prioritas Kemenag yang mengedepankan sikap adil, seimbang, dan menjauhi sikap ekstrem dalam praktik kehidupan beragama. Ia menjelaskan bahwa moderasi berarti berada di posisi tengah, tidak berlebihan dan tidak kekurangan, baik dalam keyakinan maupun perilaku.

Ia juga mengutip ayat Al-Qur’an yang menyebut umat Islam sebagai umat pertengahan, serta hadis Nabi yang menegaskan bahwa sebaik-baik urusan adalah yang pertengahan. “Moderasi itu menjaga keseimbangan dan memahami agama secara utuh. Dengan moderasi, kita dapat menjaga kerukunan dan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.

Menutup ceramah, ia mengajak masyarakat Kotabaru untuk terus mendukung siaran dakwah dan pembinaan Al-Qur’an, serta memanfaatkan media radio dan platform digital sebagai sarana kebaikan. “Semoga siaran keagamaan ini memberi manfaat dan semakin mempererat persaudaraan di Kotabaru,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *