2 Mar 2026, Sen

Rp3 Triliun Digelontorkan, Pembangunan Jembatan Kotabaru–Tanah Bumbu Siap Dilanjutkan

Telisikindonesia.com – Kotabaru, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) resmi memastikan dukungan terhadap pembangunan Jembatan Pulau Laut (Kotabaru)–Pulau Kalimantan (Tanah Bumbu). Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk alokasi anggaran sebesar Rp3 triliun.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan, M. Yasin Toyib, menyampaikan bahwa dana ini akan difokuskan untuk pengerjaan bentang tengah jembatan. Menurutnya, proses lelang pekerjaan oleh Kementerian PUPR telah rampung sehingga pelaksanaan dapat segera dimulai.

Perjuangan untuk mendapatkan kucuran anggaran pemerintah pusat akhirnya berhasil. Melalui Kementerian PUPR, pembangunan bentang tengah Jembatan Pulau Laut dibantu sebesar Rp3 triliun,” jelas Yasin, Kamis (25/9).

Ucapan terima kasih juga datang dari Bupati Kotabaru, Muhammad Rusli, S.Sos, yang mengapresiasi langkah pemerintah pusat dalam merealisasikan pembangunan jembatan penghubung dua kabupaten tersebut.

Terima kasih untuk dukungan dan do’anya, semoga pembangunan jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kotabaru dan Tanah Bumbu berjalan lancar,” harap Rusli.

Penyelesaian pembangunan jembatan ini masuk dalam visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru, yakni Mewujudkan Kotabaru Hebat (Harmonis, Energik, Bersatu, Amanah, dan Tangguh). Salah satu misinya adalah pembangunan kewilayahan yang merata serta penyediaan infrastruktur berkualitas dan ramah lingkungan, termasuk jembatan penghubung yang dinilai penting untuk meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Sejak pertama kali dimulai tahun 2015 melalui peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, proyek jembatan sempat terhenti pada 2017 karena rekomendasi Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) belum didapatkan. Setelah dilakukan peninjauan dan perubahan desain, proyek ini kembali dilanjutkan dengan rancangan terbaru.

Adapun total panjang jembatan direncanakan mencapai 3.750 meter dengan bentang utama cable stayed beton edge beam (175m + 350m + 175m) serta lebar 24 meter. Tinggi jembatan yang semula 40 meter kini disesuaikan menjadi 30 meter sesuai rekomendasi KKJTJ.

Selain itu, bentang pendekat menggunakan box girder, masing-masing 950 meter di sisi Batulicin dan 1.950 meter di sisi Kotabaru. Sedangkan konstruksi pile slab akan digunakan pada bagian penghubung, dengan panjang 75 meter di tiap sisi. Jalan pendekat juga dibangun, masing-masing 1.500 meter di Batulicin dan 1.250 meter di Kotabaru.

Dengan adanya kepastian dana dari pemerintah pusat, proyek jembatan yang digadang-gadang menjadi terpanjang di Kalimantan ini dipastikan terus berlanjut. Lebih dari sekadar infrastruktur, jembatan Kotabaru–Tanah Bumbu diharapkan menjadi simbol harapan dan investasi masa depan yang mampu membuka peluang ekonomi, memperkuat persatuan, meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *