4 Mar 2026, Rab

Kodim 1004 Kotabaru dan Gekraf Gelar Pelatihan Anyaman Pandan Laut, Persit Didorong Kembangkan Potensi Lokal

Telisikindonesia.com – Kotabaru, Kodim 1004 Kotabaru bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekraf) mengadakan pelatihan pembuatan anyaman pandan laut bagi anggota Persit Kartika Chandra Kirana. Kegiatan yang digelar di Aula Kodim 1004 Kotabaru pada Rabu (24/9/2025) ini bertujuan meningkatkan kreativitas anggota Persit sekaligus mengoptimalkan potensi lokal yang ada di Kotabaru.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Kodim 1004 Kotabaru, Ny. Fini Cecep Cahyadi, menuturkan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal bagi anggota Persit untuk mengasah keterampilan di bidang kriya.

Melalui pelatihan anyaman pandan laut ini, saya berharap ibu-ibu ada yang bisa meneruskan apa yang sudah dilatih dan bisa menjadi keterampilan kita di Persit,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk menambah kreativitas anggota Persit, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam mengembangkan potensi lokal.

Rencana kami ke depan, Persit dan Gekraf Kotabaru akan bekerjasama untuk pelatihan di desa kreatif,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua Gekraf Kotabaru, Muhammad Basir, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang diharapkan dapat mendukung UMKM sekaligus mendorong perekonomian lokal.

Berkolaborasi untuk menjalankan program-program kami, yang juga sejalan dengan Persit Chandra Kirana Kodim 1004 Kotabaru dalam pemberdayaan masyarakat. Dari latihan ini, insyaallah kita akan menuju desa kreatif, untuk pemberdayaan masyarakat sekitar, mudah-mudahan bisa membantu meningkatkan perekonomian,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Basir juga mengenalkan Gekraf yang memiliki 17 subsektor ekonomi kreatif, salah satunya kriya.

Gekraf sendiri adalah Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional yang memiliki 17 subsektor ekonomi kreatif, diantaranya arsitektur, kuliner, seni rupa, musik, fesyen, hingga kriya. Dan saat ini kita melakukan pelatihan anyaman pandan laut yang masuk pada subsektor kriya,” paparnya.

Pelatihan ini semakin menarik karena anggota Persit tampak antusias mempraktikkan keterampilan menganyam pandan laut menjadi berbagai produk kerajinan, mulai dari tas, sandal, hingga tempat tisu, dibimbing langsung oleh Dewi, anggota Gekraf dari subsektor kriya.

Pemilihan pandan laut sebagai bahan utama dianggap tepat, karena memiliki nilai ekologi sekaligus ekonomi. Tanaman yang banyak tumbuh di tepi pantai ini bisa diolah menjadi produk bernilai jual tinggi, sehingga mampu membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal.

Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir karya-karya kreatif dan inovatif dari anggota Persit yang tidak hanya memperkaya keterampilan, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Kotabaru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *