BATULICIN – Produk olahan pisang milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Kamboja Putih, Desa Suka Damai, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, berhasil menembus pasar nasional. Sale pisang yang menjadi produk unggulan kelompok tersebut kini dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.
Ketua KWT Kamboja Putih, Rina Puji Lestari, mengatakan kelompoknya memproduksi berbagai olahan pangan, seperti sale pisang, rengginang singkong, aneka kue kering, hingga kue basah. Namun, sale pisang menjadi produk yang paling diminati dan memiliki jangkauan pemasaran terluas.
“Produk unggulan kami yang mampu menembus pasar nasional adalah sale pisang,” ujar Rina di Batulicin, Senin.
Saat ini, permintaan sale pisang berasal dari berbagai daerah, di antaranya Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jakarta, Batam, Yogyakarta, Surabaya, Tanjung Pinang, hingga Makassar. Rata-rata permintaan mencapai 100 hingga 500 bungkus setiap bulan.
Menurut Rina, pada momen tertentu seperti peringatan hari jadi pemerintah daerah maupun pelaksanaan berbagai event, jumlah pesanan dapat meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.
Untuk menjaga keberlanjutan produksi, KWT Kamboja Putih menggandeng para petani pisang di Desa Suka Damai maupun wilayah sekitar Kecamatan Mentewe sebagai mitra penyedia bahan baku.
“Dari kerja sama ini kami sama-sama diuntungkan. Petani memiliki kepastian pasar untuk hasil panennya, sementara kami tidak kesulitan memperoleh pisang awak sebagai bahan baku utama sale pisang,” katanya.
Usaha yang dijalankan bersama 60 anggota KWT tersebut mampu menghasilkan omzet rata-rata antara Rp6 juta hingga Rp8 juta setiap bulan.
Meski demikian, Rina mengakui usaha pengolahan sale pisang masih menghadapi tantangan, terutama saat musim hujan. Proses pembuatan sale pisang masih mengandalkan penjemuran menggunakan sinar matahari sehingga cuaca menjadi faktor yang sangat memengaruhi produksi.
Untuk mengatasi kendala tersebut, kelompoknya meningkatkan produksi saat musim kemarau sehingga stok tetap tersedia ketika musim hujan tiba.
Ke depan, KWT Kamboja Putih berkomitmen memperluas jaringan pemasaran sekaligus menambah jumlah mitra petani agar ketersediaan bahan baku tetap terjaga.
Rina juga berpesan kepada pelaku UMKM yang baru memulai usaha agar berani mencoba, memanfaatkan potensi yang ada di daerah, serta terus mencari peluang usaha berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUMP2) Kabupaten Tanah Bumbu, Hendro Satria Rakhmatullah, mengapresiasi keberhasilan KWT Kamboja Putih dalam mengembangkan produk lokal hingga mampu bersaing di pasar nasional.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus berkomitmen mendukung perkembangan UMKM, salah satunya melalui program pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
“Program ini kami hadirkan untuk memberikan akses permodalan yang lebih ringan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman online,” kata Hendro.

