BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 dengan menggelar upacara yang menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan pemenuhan hak serta perlindungan anak.
Pada upacara tersebut, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Adrianto Wicaksono, yang bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi.
Dalam sambutan Menteri PPPA disampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk mengampanyekan pemenuhan hak anak, mulai dari hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, hingga memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
“Anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai usia dan tingkat kematangannya,” ujar Adrianto saat membacakan sambutan Menteri PPPA.
Ia menegaskan, perlindungan anak tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata, melainkan memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Peran tersebut dimulai dari keluarga sebagai pelindung pertama dan utama, kemudian didukung satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah.
Selain itu, anak juga memiliki peran sebagai mitra dalam upaya perlindungan. Melalui keberanian menyampaikan pendapat, saling menjaga, saling mengingatkan, serta berpartisipasi sesuai usia dan kapasitasnya, anak turut menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi dirinya maupun sesama.
Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa investasi terbaik bangsa bukan semata pada pembangunan infrastruktur, melainkan pada pembangunan kualitas anak-anak Indonesia.
“Ketika seluruh pihak bersatu melindungi anak dan memastikan hak-haknya terpenuhi, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan,” demikian kutipan sambutan Menteri PPPA.
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.” Tema tersebut menjadi penegasan bahwa setiap anak adalah pribadi yang berharga, harus dihormati, dilindungi, dan didengar pendapatnya.
Melalui tema tersebut, pemerintah berharap komitmen seluruh pihak dalam memenuhi hak dan memberikan perlindungan kepada anak semakin kuat di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.
Tema HAN 2026 diwujudkan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas #RANA) yang mengintegrasikan berbagai upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, perlindungan dan pemenuhan hak anak, peningkatan partisipasi anak, penguatan keluarga, penguatan peran masyarakat, keamanan ruang digital, hingga respons cepat terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
Semangat tersebut juga diperkuat melalui kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak), sebuah gerakan kolaboratif yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan melindungi anak.
BERLIAN diharapkan tidak hanya menjadi sebuah kampanye, tetapi menjadi gerakan bersama yang menghidupkan semangat gotong royong sehingga perlindungan anak menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Peringatan HAN ke-42 Tahun 2026 juga mengusung nilai-nilai dasar yang menjadi pedoman dalam setiap kegiatan, yaitu Berakhlak Mulia, Bahagia, Peduli, Berani, Cerdas, Solidaritas, Aman, dan Bertanggung Jawab. Nilai-nilai tersebut diharapkan tertanam sebagai fondasi karakter anak Indonesia.
Selain itu, penyelenggaraan HAN 2026 berpedoman pada lima prinsip utama, yakni ramah anak dengan menjamin keamanan melalui penerapan child safeguarding di setiap kegiatan, desentralisasi dengan memberi ruang kreativitas bagi daerah, apresiatif terhadap prestasi anak dan para pemerhati anak, partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan anak sejak tahap perencanaan hingga evaluasi, serta berdampak, yakni memastikan setiap kegiatan memberikan manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak.
Mengakhiri sambutan, Menteri PPPA mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan perlindungan anak sebagai gerakan bersama yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
“Mari kita pastikan semangat ini bergema dari kota hingga pelosok desa, dari ruang kelas hingga ruang digital, sehingga setiap anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia, dihormati, didengar suaranya, serta terpenuhi hak-haknya,” ajaknya.
Ia menegaskan, anak-anak yang terlindungi hari ini akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, dan sejahtera.

