Telisikindonesia.com – Kotabaru, Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar Pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra-Musrenbang) Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (PPPS) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (27/03/2026) di Ruang Zona Partisipasi, Lantai 3 Kantor Bapperida Kotabaru.
Pelaksanaan forum ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, sekaligus mengacu pada pedoman konvergensi pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2024. Pra-Musrenbang ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menyelaraskan program agar lebih efektif, terarah, dan berdampak nyata di lapangan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, S.Sos menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus utama dalam visi nasional menuju Indonesia Emas 2045. “Dalam asta cita ke-4 ditegaskan pentingnya penguatan sektor kesehatan dan gizi, termasuk percepatan penurunan stunting,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menetapkan target penurunan prevalensi stunting yang cukup ambisius, yakni 14,4 persen pada tahun 2029 dan 5 persen pada tahun 2045. “Ini bukan sekedar angka, tetapi merupakan komitmen untuk memastikan generasi masa depan Indonesia tumbuh sehat, cerdas dan produktif,” ungkapnya.
Syairi lanjut memaparkan data Survei Kesehatan Indonesia yang menunjukkan tren fluktuatif angka stunting di Kabupaten Kotabaru. Pada tahun 2021 tercatat sebesar 21,8 persen, meningkat menjadi 31,6 persen di tahun 2022, kemudian turun menjadi 20,1 persen pada 2023, namun kembali naik menjadi 23,2 persen di tahun 2024. “Data ini menunjukkan bahwa upaya kita selama ini sudah memberikan hasil, namun masih belum konsisten dan memerlukan penguatan yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui forum ini, pemerintah daerah berharap berbagai persoalan yang dihadapi di tingkat kecamatan hingga desa dapat diidentifikasi secara menyeluruh, sehingga solusi yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran dan dapat dijalankan bersama. “Saya berharap melalui forum ini, kita dapat menghasilkan rumusan program prioritas yang benar-benar menyentuh akar permasalahan, berbasis data, serta dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat desa dan kecamatan,” imbuhnya.
Di akhir kegiatan, Wakil Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat komitmen dan kolaborasi dalam menekan angka stunting di Kotabaru. Acara kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh Wakil Bupati Kotabaru, Wakil Ketua I TP PKK Kotabaru, Kepala Bapperida, serta perwakilan camat sebagai bentuk kesepakatan bersama dalam mendukung percepatan penurunan stunting di daerah.

