Telisikindonesia.com – Tanah Bumbu, Perjuangan panjang pemekaran Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, tidak dapat dilepaskan dari peran H. Hasudungan. Sosok kelahiran tahun 1963 ini dikenal sebagai salah satu tokoh Panitia Penuntut Pemekaran yang vokal dan berani, khususnya sebagai representasi masyarakat Kecamatan Simpang Empat.
H. Hasudungan menghembuskan napas terakhir pada hari Minggu sekitar pukul 03.00 WITA di RSU Assyifa Banjarbaru. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta masyarakat Tanah Bumbu yang mengenal dedikasi dan perjuangannya dalam sejarah pembentukan daerah tersebut.
Dalam proses pemekaran Tanah Bumbu, H. Hasudungan berperan aktif sebagai anggota Panitia Penuntut Pemekaran. Ia juga pernah mengemban amanah sebagai Staf Khusus Bupati Tanah Bumbu. Perannya dinilai strategis, termasuk dalam melakukan berbagai langkah percepatan pemekaran, salah satunya melalui lobi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Selain itu, panitia penuntut pemekaran melakukan studi banding ke Kabupaten Penajam, Kalimantan Timur, yang lebih dahulu dimekarkan, sebagai bahan perbandingan dan penguatan konsep daerah otonomi baru. Upaya lainnya dilakukan melalui musyawarah bersama koordinator wilayah kecamatan serta tokoh masyarakat guna menghimpun dukungan luas.
Perjuangan pemekaran Kabupaten Tanah Bumbu sendiri berlangsung dalam rentang waktu yang panjang. Upaya awal telah dimulai sejak tahun 1959 dengan pembentukan panitia penuntut di Pagatan, namun sempat terhenti pada tahun 1972. Perjuangan kembali dilanjutkan pada Agustus 2000 dengan melibatkan delapan kecamatan, meski belum membuahkan hasil.
Barulah pada tahun 2001 dilakukan revisi kepengurusan panitia penuntut pemekaran. Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 pada 25 Februari 2003, yang secara resmi menetapkan Kabupaten Tanah Bumbu sebagai daerah otonomi baru.
Nama H. Hasudungan kini tercatat dan dikenang dalam sejarah pemekaran Kabupaten Tanah Bumbu, bersama sejumlah tokoh pejuang lainnya. Dedikasi dan keberaniannya menjadi bagian penting dari perjalanan panjang lahirnya Tanah Bumbu sebagai kabupaten yang berdiri sendiri.

