2 Mar 2026, Sen

Telisikindonesia.com – Kotabaru, Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) menyelenggarakan Wisuda Sekolah Lansia Standar 1 (S1) dan Standar 2 (S2) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (19/12/2025) di Aula Masjid Apung Kabupaten Kotabaru, dengan diikuti sebanyak 107 wisudawan dan wisudawati dari sejumlah kecamatan, baik secara langsung maupun daring.

Program wisuda ini merupakan bagian dari kebijakan strategis Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) dalam pengembangan Sekolah Lansia, yang diarahkan untuk mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, serta memiliki martabat di usia lanjut.

Dalam laporan panitia, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Kotabaru, Ir. Sri Sulistyani, MPH, menjelaskan bahwa pelaksanaan Sekolah Lansia di daerah tersebut berlangsung selama enam bulan dan diikuti oleh peserta dari empat kecamatan serta satu kelurahan. “Melalui Sekolah Lansia ini, para peserta dibekali pembelajaran terstruktur dan berkelanjutan agar tetap sehat secara fisik dan mental, aktif bersosialisasi, serta produktif di usia lanjut,” ujar Sri Sulistyani.

Ia juga memaparkan rincian peserta wisuda, di antaranya Kecamatan Pulau Laut Utara Desa Megasari dengan predikat Sekolah Lansia Standar 1 (SL1) Sekolah Lansia Sentosa sebanyak 25 wisudawan. Kecamatan Pulau Laut Timur meliputi Desa Langkang Lama, Langkang Baru, dan Teluk Mesjid meluluskan total 49 wisudawan dari tiga Sekolah Lansia SL1. Sementara Kecamatan Pamukan Utara Desa Pamukan Indah meluluskan 13 wisudawan SL1, dan Kecamatan Pulau Laut Sigam Kelurahan Kotabaru Tengah meluluskan 20 wisudawan dari Sekolah Lansia Standar 2 (SL2) Sekolah Lansia UMI.

Sambutan dan arahan turut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Farah Adiba, SIP., M.Si., yang menekankan bahwa proses belajar tidak dibatasi oleh usia. “Sebanyak 107 lansia hari ini diwisuda, terdiri dari 87 lulusan Standar 1 dan 20 lulusan Standar 2. Ini bukti bahwa semangat belajar harus terus dijaga sepanjang hayat,” ungkapnya.

Menurut Farah, Sekolah Lansia menjadi sarana pembelajaran penting untuk membentuk lansia tangguh melalui tujuh dimensi, meliputi spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial kemasyarakatan, vokasional, dan lingkungan.

Sementara itu, sambutan Bupati Kotabaru yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Zaenal Arifin, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program tersebut. Ia menilai Sekolah Lansia sebagai langkah visioner dalam menyikapi meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut. “Sekolah lansia bukan sekadar ruang belajar, tetapi wadah pemberdayaan untuk membentuk lansia yang sehat, mandiri, dan berdaya guna. Lansia bukan beban, melainkan aset berharga dengan pengalaman dan kearifan yang dapat menginspirasi generasi muda,” ujarnya.

Prosesi wisuda juga diikuti secara virtual oleh peserta di kecamatan masing-masing. Pemerintah Kabupaten Kotabaru menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberlanjutan serta perluasan program Sekolah Lansia melalui kolaborasi lintas sektor, guna meningkatkan kualitas hidup lansia di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *