Telisikindonesia.com – Banjarmasin, Kabar membanggakan datang dari dunia kampus Kalimantan Selatan. Fadhel Muhammad, mahasiswa asal Kotabaru, resmi dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Magister Administrasi Publik (HIMA MAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat periode 2025–2027.
Kepercayaan ini bukan datang tiba-tiba. Sosok Fadhel selama ini dikenal aktif, komunikatif, dan memiliki pengalaman organisasi yang cukup panjang, mulai dari level kampus, daerah, hingga nasional. Ia juga memiliki rekam jejak akademik yang tak diragukan. Saat menempuh pendidikan di UIN Antasari, ia lulus dengan predikat Cumlaude dari Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam.
Selama kuliah, Fadhel banyak terlibat dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum HMI Komisariat Ushuluddin dan Dakwah, menjadi bagian dari DEMA UIN Antasari, aktif di Senat Mahasiswa FUH, hingga dipercaya masuk dalam struktur Forum Senat Mahasiswa Ushuluddin Indonesia (FORSEMADINA). Tak hanya di kampus, ia juga pernah menjadi Sekretaris di Green Library Ar-Ridha MAN Kotabaru dan bagian dari Departemen Media dan Informasi GEKRAFS Kotabaru.
Selain aktif organisasi, Fadhel kerap dipercaya memimpin kegiatan besar seperti Forum Kajian Filsafat HMP AFI, Remonev SEMA FUH, dan Workshop Genius Antasari DEMA UIN ANTASARI. Saat KKN, ia juga berhasil memimpin kelompoknya dengan menghasilkan 20 program kerja dan delapan rilis berita.
Di bidang akademik dan kompetisi, Fadhel juga tak kalah membanggakan. Ia pernah menjadi pembicara dalam Kongres Forum Senat Mahasiswa Ushuluddin PTKIN tahun 2023 disemarang, dan turut hadir sebagai peserta sekaligus pemakalah dalam ICONUSH International Conference Ushuluddin and Humanities tahun 2025. Prestasinya sebagai Juara 3 Lomba Quote Filsafat Tingkat Nasional pada 2022 menjadi bukti kemampuannya dalam meramu gagasan dan menyampaikan pemikiran kritis.
Tak berhenti di situ, ia juga produktif menulis di jurnal ilmiah dengan berbagai tema yang menarik, seperti Nilai2 Tasawuf dalam tradisi pernikahan masyarakat Banjar, kesultanan banjar di era digital, hingga analisis semiotika dalam film.
Saat diwawancarai terkait amanah barunya, Fadhel mengungkapkan rasa syukur dan tekadnya. “Berasal dari Kotabaru bukan batasan, tetapi motivasi untuk terus melangkah dan membuktikan bahwa kesempatan terbuka bagi siapa pun yang berkomitmen,” ujarnya.
Fadhel berharap ke depan HIMA MAP bisa menjadi ruang kolaborasi, tempat tumbuhnya ide-ide baru, dan wadah pengembangan intelektual mahasiswa administrasi publik.

