2 Mar 2026, Sen

Pemkab Kotabaru Evaluasi PK2D di Desa Sampanahan, Dorong Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Keluarga Tangguh dan Berkualitas

Telisikindonesia.com – Kotabaru, Pemkab Kotabaru melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) melaksanakan Rapat Evaluasi Program Peningkatan Kualitas Keluarga Daerah (PK2D) dengan lokus di Desa Sampanahan, Kecamatan Sampanahan, Selasa (28/10/2025), bertempat di Ruang Rapat Manuntung Lantai III Sekretariat Daerah Kotabaru.

Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi tahunan pelaksanaan Program PK2D yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, desa, serta masyarakat.

Kepala Dinas DP3APPKB Kotabaru, Ir. Sri Sulistiyani, M.PH, menyampaikan bahwa kegiatan evaluasi ini merupakan tahap kedua di tahun 2025 sekaligus menjadi sarana pembinaan bagi desa yang menjadi lokus program. “Ini merupakan evaluasi kita yang kedua di tahun 2025. Sebenarnya, periode ini sudah merupakan evaluasi final oleh tim provinsi, namun karena ada perubahan mekanisme, kegiatan tahun ini bersifat pembinaan sampai akhir tahun,” ungkap Sri Sulistiyani.

Ia menambahkan bahwa evaluasi mandiri dilakukan untuk meninjau sejauh mana pelaksanaan program lintas sektor berjalan sesuai rencana dan sebagai bahan laporan ke Tim PK2D Provinsi Kalimantan Selatan. “Semoga di tahun 2026 nanti, program yang belum terealisasi karena kendala anggaran atau faktor lain dapat segera ditindaklanjuti. Hasil pembinaan tahun ini juga menjadi dasar perencanaan dan penganggaran kegiatan tahun berikutnya,” jelasnya.

Menurut Sri, tim provinsi dijadwalkan akan melakukan evaluasi akhir pada April 2026. Ia berharap hasil pendampingan di Desa Sampanahan dapat menunjukkan kemajuan signifikan hingga mencapai kategori utama, seperti empat desa lainnya di Kotabaru yang telah meraih penghargaan tingkat provinsi.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Jurainah, S.E., M.M., yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Kotabaru, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan manusia. “Pemerintah berkomitmen memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan kesehatan, pendidikan, ekonomi keluarga, penguatan karakter, serta perlindungan anak. Namun keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan,” ujarnya.

Jurainah juga memberikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang telah berperan dalam berbagai kegiatan strategis, seperti pelatihan ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, bantuan sosial, hingga literasi masyarakat. “Seluruh program ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, khususnya di Desa Sampanahan,” tambahnya.

Berdasarkan hasil paparan tim DP3APPKB, Desa Sampanahan menunjukkan peningkatan signifikan di beberapa indikator ketahanan keluarga, meskipun masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat. Dari lima dimensi dan 29 indikator penilaian, diketahui:

  1. Ketahanan fisik menjadi yang tertinggi dengan skor 89,87%,
  2. Legalitas dan struktur keluarga 75,83%,
  3. Sementara ketahanan ekonomi, sosial psikologis, dan sosial budaya masih di bawah 75%.

Beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan di antaranya pendampingan anak dalam penggunaan media digital, peningkatan ekonomi keluarga, serta penguatan kegiatan sosial budaya di tingkat desa. “Nilai rata-rata indeks ketahanan keluarga di Desa Sampanahan berada pada kisaran 70-an. Target kita ke depan adalah bisa menembus di atas 80 agar masuk kategori utama,” jelas Sri Sulistiyani.

Sementara itu, Kepala Desa Sampanahan, Wahid Rifani, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan dari berbagai instansi selama pelaksanaan program. “Selama ini kegiatan pembinaan dari kabupaten sangat membantu, terutama dalam administrasi dan kegiatan PKK. Kami berharap ke depan pembinaan bisa lebih fokus per Pokja, agar hasilnya lebih maksimal,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pembinaan yang berkesinambungan untuk mendorong kemandirian keluarga dan memperkuat ketahanan sosial di desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *